Sunday, October 7, 2018
On October 07, 2018 by tes in Etika Berindustri No comments
Implementasi Profesionalisme Dalam Dunia Industri'"
Sikap profesional harus dimiliki
seseorang yang menjalankan pekerjaannya sesuai dengan keahlian atau kemampuan
yang dimiliki dan harus melakukan sesuatu secara objektif,
Dimana seseorang
yang memiliki sikap profesional dapat memposisikan dirinya agar mampu memahami
tugas dan tanggung jawab, hubungan dan relasi, serta fokus dan konsisten
terhadap urusan pekerjaan.
persaingan yang ketat dalam dunia kerja membuat sikap profesional menjadi sesuatu yang utama. Sehingga pada saat ini sikap profesional menjadi hal
yang cukup penting di dunia kerja karena akan berdampak positif bagi perusahaan
dan bagi seseorang tersebut.
Berikut
beberapa poin penting dalam sikap profesional:
1. Mempunyai
ketrampilan dan pengetahuan khusus
Dalam dunia kerja, Anda harus mampu
meningkatkan kualitas diri Anda dan berpegang teguh untuk melakukan
pengembangan ketrampilan dan pengetahuan. Sehingga jika Anda mampu melakukan
hal tersebut nantinya Anda akan memiliki kemampuan yang bagus untuk kepentingan
pekerjaan Anda. Selain itu, Anda dapat bertahan didalam dunia kerja dan mampu
menyukseskan karir Anda kedepannya.
2. Mempunyai
sikap dan sifat yang baik
Dunia kerja tidak hanya memerlukan
seseorang yang memiliki pengetahuan dan pengembangan diri yang bagus akan
tetapi lebih pada sikap dan sifat. Dimana sikap dan sifat yang kurang baik ini
dapat mengakibatkan kehancuran karir seseorang.
3. Mempunyai
tujuan
Dalam dunia kerja tidak hanya perusahaan
yang memiliki tujuan, akan tetapi pekerja juga memiliki tujuan dalam bekerja
dan berusaha mencapai tujuannya. Dimana tujuan akan membuat Anda termotivasi
sehingga dalam melakukan pekerjaan akan dapat Anda lakukan dengan
sungguh-sungguh.
Dari hal diatas memiliki sikap
profesional dalam pekerjaan dapat membantu Anda dalam menjadi pribadi yang
dapat dihandalkan dalam pekerjaan. Akan tetapi menjadi sosok yang profesional
tidak membuat Anda melupakan kehidupan Anda selain bekerja seperti kehidupan
pribadi. Hanya saja dengan menjadi seseorang profesional dapat membantu Anda
dalam mengatur kelancaraan karir Anda.
Profesionalisme'
Menurut Schein, E.H (1962)
Profesi adalah suatu kumpulan atau set pekerjaan yang membangun suatu set norma
yang sangat khusus yang berasal dari perannya yang khusus di masyarakat.
Menurut Paul F. Comenisch (1983)
Profesi adalah "komunitas moral" yang memiliki cita-cita dan nilai
bersama.
Sedangkan menurut Kamus Besar
Bahasa Indonesia
Profesi adalah bidang pekerjaan yang dilandasi pendidikan
keahlian "ketrampilan dan kejuruan".
"Maka dapat disimpulkan bahwa
profesi merupakan suatu jabatan atau pekerjaan yang menuntut keahlian atau
keterampilan dari pelakunya".
Kode Etik Profesi'
Kode Etik Profesi merupakan suatu tatanan etika yang telah disepakati oleh suatu kelompok masyarakat tertentu. Kode etik umumnya termasuk dalam norma sosial, namun bila ada kode etik yang memiliki sanksi yang agak berat, maka masuk dalam kategori norma hukum.
Kode Etik juga dapat diartikan sebagai pola aturan, tata cara, tanda, pedoman etis dalam melakukan suatu kegiatan atau pekerjaan.
Kode etik merupakan pola aturan atau tata cara sebagai pedoman berperilaku. Tujuan kode etik agar profesional memberikan jasa sebaik-baiknya kepada pemakai atau nasabahnya. Adanya kode etik akan melindungi perbuatan yang tidak profesional.
Pengertian Profesional'
Menurut Kusnanto,
profesional
adalah seseorang yang memiliki kompetensi dala suatu pekerjaan tertentu.
Sedangkan menurut Kamus Besar
Bahasa Indonesia
profesional bersangkutan dengan profesi yang memerlukan
kepandaian khusus untuk menjalankannya.
"Maka dapat disimpulkan bahwa
profesional diartikan sebagai ciri-ciri kekuatan yang dimiliki oleh seseorang
berupa kemampuan terhadap suatu bidang keahlian (kompetensi), kesiapan melakukan
kompetisi, kemampuan melakukan efisiensi waktu dan kerja, keterampilan, pandai
membaca situasi dan keadaan, berpengalaman, memiliki sifat dan hasil kerja yang
mengagumkan."
Seorang profesional adalah
seseorang yang menawarkan jasa atau layanan sesuai dengan protokol dan
peraturan dalam bidang yang dijalaninya dan menerima gaji sebagai upah atas
jasanya. Orang tersebut juga merupakan anggota suatu entitas atau organisasi
yang didirikan sesuai dengan hukum di sebuah negara atau wilayah. Meskipun
begitu, seringkali seseorang yang merupakan ahli dalam suatu bidang juga
disebut "profesional" dalam bidangnya meskipun bukan merupakan
anggota sebuah entitas yang didirikan dengan sah. Sebagai contoh, dalam dunia
olahraga terdapat olahragawan profesional yang merupakan kebalikan dari
olahragawan amatir yang bukan berpartisipasi dalam sebuah turnamen/kompetisi
demi uang.
Profesionalisme berasal dari
kata profesion yang bermakna berhubungan dengan profesion dan memerlukan
kepandaian khusus untuk menjalankannya, (KBBI, 1994).
Dalam Kamus Kata-Kata Serapan
Asing Dalam Bahasa Indonesia, karangan J.S. Badudu (2003), definisi
profesionalisme adalah mutu, kualitas, dan tindak tanduk yang merupakan ciri
suatu profesi atau ciri orang yang profesional.
"Ada 8 syarat yang harus
dimiliki oleh seseorang jika ingin jadi seorang Profesional:
Menguasai Pekerjaan, Mempunyai Loyalitas, Mempunyai Integritas, Mampu Bekerja Keras, Mempunyai Visi, Mempunyai Kebanggaan terhadap
Profesinya, Mempunyai Komitmen, Mempunyai Motivasi"
Jadi, profesionalisme adalah
tingkah laku, kepakaran atau kualiti dari seseorang yang profesional.
Cara Menjaga Profesionalisme dalam Pekerjaan;''
1. Miliki tanggung jawab
Artinya seorang
profesional harus punya rasa tanggung jawab terhadap pelaksanaan segala hal
dalam perjalanan karier dan pekerjaanya. Ia juga bertanggung jawab untuk
memastikan bahwa orang-orang yang dilayaninya dan profesinya tidak dirugikan
atas sikap dan perbuatannya. Profesional sejati akan selalu belajar
meningkatkan kompetensi yang mendukung profesinya, bekerja keras dan tekun
berusaha.
2. Bersikap proaktif
Rasa tanggung
jawab itu membuat seorang profesional berani mengambil inisiatif untuk
melakukan apa saja yang diperlukan demi mencapai standar kualitas, dalam hal
ini performa atau kinerja yang tinggi. Ia mengerjakan hal-hal yang bahkan di
luar job description, sepanjang itu perlu dilakukan. Tidak selalu menunggu
perintah. Akan tetapi inisiatif itu hendaknya tidak berakibat mencemarkan nama
baiknya, nama baik profesinya, atau merugikan kepentingan masyarakat luas.
3. Adanya rasa cinta pada
pekerjaan
Seorang
profesional memiliki passion pada apa yang dikerjakannya. Uang atau penghasilan
bukanlah tujuan utama. Seseorang yang mengawali karier hanya demi mengejar
keuntungan saja, maka ia tidak akan pernah maju. Kalaupun ia bisa mencapai
posisi yang tinggi, ia tidak akan pernah merasa bahagia dalam pekerjaannya.
Kerja akan terasa sebagai kewajiban yang membosankan, meresahkan dan menyiksa.
Selain itu, cinta juga bisa berarti adanya rasa kepedulian terhadap kebutuhan
klien atau orang yang dilayani.
4. Adanya kesetiaan atau
loyalitas
Atas dasar cinta
tersebut, profesional sejati menunjukkan kesetiaan pada profesi yang
dipilihnya. Untuk itu ia akan memperjuangkan dan mempertahankan nama baik
profesi agar tidak tercemar oleh kata, sikap dan tindakannya sehari-hari. Ia bertindak
hati-hati dan penuh perhitungan, mendisiplin diri untuk terus menerus
mengembangkan karakter yang positif.
5. Menundukkan diri pada
nilai-nilai etis
Termasuk
peraturan perusahaan, peraturan perundangan, dan hukum, sepanjang norma yang
berlaku itu sesuai dengan hati nurani. Untuk itu profesional sejati punya
integritas yang kokoh.
6. Mau belajar dari kesalahan
Tak ada orang
yang steril dari berbuat salah, setiap orang bisa saja melakukan kesalahan.
Hindari bersikap arogan dan berkelit dari kesalahan. Seorang professional
adalah orang yang terbuka terhadap kritik yang membangun dan terus berupaya
meningkatkan diri. Ia juga melepaskan diri dari kecenderungan mencari kambing
hitam dan menyalahkan orang lain.
7. Jujur dan bisa dipercaya
Dalam dunia kerja
yang ketat kompetisi ini, nilai kejujuran kian diabaikan. Padahal, jika sekali
saja ketahuan bahwa seorang karyawan tidak bisa dipercaya, maka jatuhlah
reputasinya seketika. Selain itu, seorang professional juga harus bisa memegang
rahasia yang dipercayakan.
Ketujuh prinsip tersebut
berlaku universal, dimana pun dan apa pun jenis profesi Anda. Jika ketujuh
nilai itu bisa dipelihara terus menerus, niscaya reputasi dan kiprah dalam
karier Anda akan terjaga dengan sendirinya.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

0 comments:
Post a Comment